Rabu, 08 Agustus 2012

Dinamika Kelompok


  1. Pengertian Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.
Maka Dinamika Kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.

  1. Fungsi Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:
1. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. (Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)
2. Memudahkan segala pekerjaan.
(Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain)
3. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian.
(pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai keahlian)
4. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat
(setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)

  1. Jenis Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial agara ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada.
Berdasarkan pengertian tersebut kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa, antara lain:
1. Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan.
Sedangkan menurut Goerge Homan kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara.
Misalnya: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
2. Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektiv.
Misalnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain.
3. Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi.
Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.
4. Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati
Misalnya: kelompok arisan, ........................................

  1. Ciri Kelompok Sosial
Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki motive yang sama antara individu satu dengan yang lain.
(menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama)
2. Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain
(Akibat yang ditimbulkan tergantung rasa dan kecakapan individu yang terlibat)
3. Adanya penugasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan serta kedudukan masing-masing
4. Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Perencanaan Pembuatan Proposal Pelatihan


1.    Pengertian Proposal
Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan, berarti bahwa ia telah mempunyai gambaran menyeluruh atau lengkap mengenai lingkup dan urutan kegiatannya, tenggang waktu, saat mulai, serta saat bilamana harus berakhirnya pelaksanaan dari masing-masing kegiatan, pihak-pihak lain yang terkait dan harus dihubungi, sarana yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena  langkah ini dapat menentukan berhsil tidaknya seluruh kegiatan. Sebelum seseorang (organisasi, panitia) memulai dengan kegiatannya maka ia harus membuat perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal kegiatan. Di dalam istilah tersebut terkandung pengertian suatu usulan. Kelihatannya, sebuah kegiatan bukan hanya untuk organisasinya saja, karena kata “mengusulkan” mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau izin dari pihak lain. Penyusunan proposal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan sebagai langkah awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seseorang dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi dapat mengayunkan langkah dengan pasti dalam melaksanakan peneletiannya karena tanpa adanya keraguan lagi. (Sunaryo Surya. 2006: 1)
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk
suatu kegiatan yang bersifat formal. (Abunawas: 2009)
Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. (Andai Yani: 2008)
Ciri-Ciri Proposal
(a)    Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
(b)   Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
(c)    Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
(d)   Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
(e)    dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).
Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
a.       Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
b.      Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
c.       Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan.

2.    Jenis-jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
(a)    Bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan;
(b)   Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya;
(c)    Bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal. (Abunawas: 2009).

3.    Komponen Utama Proposal
Proposal adalah bentuk rancangan kegiatan yang dibuat secara formal dan standar ada banyak jenis contoh proposal, diantaranya adalah:
(a)    Contoh proposal kegiatan ; (kegiatan seni, kegiatan event organizer).
(b)   Contoh Proposal usaha: (diantaranya proposal usaha warnet, proposal usaha loundry, proposal usaha komputer).
(c)    Contoh proposal penelitian (format kajian pustaka, penelitian kualitatif, kuantitatif).
Sedangkan sistematika penulisan proposal kegiatan secara umum adalah diantaranya harus ada
a.       Pendahuluan: berisi tentang Latar Belakang dan Masalah dilaksanakan kegiatan tersebut. Point pembahasan mengacu pada SWOT.
1.  Dasar pemikiran atau Latar Belakang: Latar belakang berisi tentang segala sesuatu yang mendasari/yang menjadi inspirasi mengapa kegiatan itu dilaksanakan, misalnya dasar yang digunakan secara umum, contoh: “mengacu pada Undang-Undang No sekian...dan seterusnya.” Pada dasarnya, latar belakang berisikan tentang mengapa proposal (pelatihan, penelitian, kegiatan, dan lain sebagainya) ini dibuat, Perbedaan antara yang seharusnya terjadi dengan kenyataan sebenarnya, fakta-fakta, kasus, dan lain sebagianya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan latar belakang masalah yaitu:
(a)    Tidak terlalu muluk-muluk sehingga jauh dari konteks permasalahannya.
(b)   Berorientasi pada profesi, fungsi dan bidang studi dan jurusan si penyusun.
(c)    Berorientasi pada maksud dan konteks penelitian yang mungkin akan dilakukan.
(d)   Disusun/disajikan secara sistematis, ringkas dan terarah pada suatu permasalahan yang ingin diteliti.
2.  Rumusan Masalah adalah sentral dari sebuah kegiatan penelitian. Bagian ini memberikan gambaran/identisifikasi tentang aspek dari permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Untuk merumuskan masalah, seseorang harus mengetahui apa yang dimaksud dengan masalah itu.  Masalah adalah ungkapan rasa ingin tahu tentang suatu hal dalam bentuk kalimat pertanyaan.  Oleh karena itu rumusan masalah yang baik dapat dicirikan sebagai berikut:
(a)    ringkas, jelas, dan sederhana,
(b)   memungkinkan untuk dijawab/diuji secara ilmiah,
(c)    dalam bentuk kalimat pertanyaan,
(d)   mengenai hubungan antar dua variabel atau lebih, misalnya dengan rumusan sebagai berikut:
Ø  Apakah ini berhubungan dengan itu?
Ø  Adakah hubungan antara ini dengan itu?
Ø  Apakah antara ini dan itu terdapat hubungan?
Ø  Bagaimana ini dan itu berhubungan dengan si anu?
Adapun cara merumuskan masalah adalah sebagai berikut:
a.       Mulailah dengan memahami persoalan yang ingin diteliti, menyangkut hubungan antar variabel atau tidak.
b.      Rumuskan dulu masalah pokoknya.
c.       Apabila masalah pokok masih dapat dijabarkan, rumuskan sub-sub masalahnya. Baik pokok masalah maupun sub-sub masalahnya rumuskan dengan jelas, dengan
3.    Tujuan: tujuan apa yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut, tentukan juga output yang akan dihasilkan. Tujuan ini harus berkaitan dengan rumusan masalah yang dibuat dan jumlahnya juga harus sesuai. Bila rumusan masalah tersebut berjumlah tiga, maka tujuannya pun juga harus 3. Dalam merumuskan tujuan penelitian seseorang dapat mengubah redaksi kalimat dari kalimat tanya  menjadi kalimat pernyataan.  Misalnya:
    • Masalah: Apakah hubungan antara ini dan itu?  Tujuannya: Mengetahui hubungan antara ini dan itu.
    • Masalah: Bagaimana mengajarkan sesuatu kepada masyarakat A?  Tujuannya: Mengajarkan sesuatu kepada masyarakat A.
b.      Tema: adalah suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu pelatihan.
c.       Jenis Kegiatan atau Metode: menjelaskan rangkaian kegiatan dan metode pelatihan, seperti ceramah, diskusi, presentasi, games, test, dan lain lain.
d.      Target: target kegiatan harus jelas. Target disini maksudnya adalah hal-hal yang ingin dicapai seperti peserta mengerti 80% dari apa yang diajarkan.
e.       Sasaran peserta: membicarakan siapa yang akan mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.
f.       Waktu dan tempat pelaksanaan: membahas waktu pelaksanaan dari hari, tanggal, bulan, tahun serta tempat
g.     Anggaran dana atau RAB (Rencana Anggaran Biaya) adalah banyaknya biaya yang dibutuhkan baik upah maupun peralatan dalam sebuah perkerjaan membuat proposal pelatihan, proposal penelitian dan lain-lain. Komponen RAB adalah Pemasukan yang diperoleh dari berbagai sumber dan Pengeluaran untuk berbagai keperluan. Formatnya dapat dilihat di lampiran proposal di bawah.
h.      Susunan Kepanitiaan. Susunan Kepanitiaan dibuat untuk mengetahui jumlah panitia dan susunannya. Umumnya, susunan kepanitiaan terdiri dari Pelindung, Pembina, Penanggung Jawab, Steering Committee, dan Organizing Committee.
i.    Jadwal kegiatan: jadwal disusun sesuai dengan kalender kegiatan. Jadwal kegiatan berisi tentang waktu pelatihan. Jadwal yang baik haruslah disusun dengan waktu masing-masing 1 jam. Seperti dari pukul 08.00 – 09.00, 09.00 – 10.00, 10.00 – 11.00, dan seterusnya.
j.    Penutup: disini tentang harapan dan dukungan bagi semua pihak dan juga berisi tanda tangan dari pihak-pihak yang terkait seperti tanda tangan Ketua Panitia, Sekretaris, Pembimbing, dan Penanggung Jawab.

4.    Contoh Proposal
            Untuk contoh proposal kegiatan dapat diunduh Disini.
            Untuk contoh proposal usaha dapat diunduh Disini.
            Untuk contoh proposal penelitian dapat diunduh Disini.


Daftar Pustaka

http://approdite1992.wordpress.com/2009/03/30/teknik-pembuatan-proposal/



Senin, 06 Agustus 2012

Cara Berkebun Hidroponik

Secara umum, Hidroponik adalah suatu  metode penanaman yang tidak menggunakan media tanah, tetapi menggunakan media lain seperti pecahan genteng, batu bata, arang, dan sebagainya dalam suatu pot. Selama ini, hanya sedikit orang yang mengenal hidroponik termasuk para petani. Berbagai jenis tumbuhan dapat ditanam menggunakan metode hidroponik, sebagai contoh mentimun, tomat, cabai, melon, dan sebagainya.
Cara penanaman dengan metode hidroponik sangat berbeda dengan cara bertanam biasa menggunakan media tanah. Metode hidroponik menggunakan media kerikil, pecahan genteng, batu bata, atau arang yang mampu menyerap dan menyimpan air dalam waktu yang cukup lama sehingga tidak perlu sering menyiram. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila kita ingin sukses dalam berkebun hidroponik, yaitu:
  1. Siapkan tempat budi daya hidroponik yang bersih, selalu mendapat sinar matahari, dan atap bangunan yang dibuat menggunakan plastik transparan. Bila tidak ada, cukup tempatkan tanaman di tempat yang cukup mendapat sinar matahari.
  2. Membuat sistem perairan dengan metode tetes. Atau bila tidak ada, cukup disiram biasa tetapi frekuensi penyiraman yang diatur. Pemberian air ini merupakan campuran dari nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman karena tidak menggunakan media tanah sehingga tidak menggunakan pupuk padat.
  3. Menyediakan media tanam yang porus, steril, ringan, dan mudah menyerap dan menyimpan air seperti pecahan genteng, batu bata, arang, potongan sabut kelapa, sekam, dan sebagainya.
  4. Memberikan pemeliharaan yang baik, termasuk pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, dan penjarangan.
  5. Membuat larutan nutrisi yang tepat untuk masing-masing jenis tanaman. Nutrisi utama yang diperlukan tanaman yaitu H, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Cu, Cl, Zn, dan Mo. Dua nutrisi utama lainnya yaitu C dan O dapat terpenuhi lewat udara. Nutrisi ini dapat diperoleh melalui pupuk cair yang banyak dijual di toko-toko pertanian seperti Urea, KCl, NPK, Gandasil-D dan B, dan sebagainya.
  6. Memilih jenis bibit tanaman yang mempunyai daya tumbuh tinggi. Bibit berkualitas dapat diperoleh di toko-toko pertanian.
Setelah semua hal-hal di atas diperhatikan, maka saatnya kita mulai menanam tanaman hidroponik kita. Sebagai contoh, kita ingin menanam tomat dalam media hidroponik. Berikut ini langkah-langkah dalam membuat hiroponik tomat.
  1. Siapkan media penanaman yang terdiri dari pot ukuran sedang, pecahan genteng, batu bata, sekam, arang, dan potongan serabut kelapa.
  2. Pilih benih yang akan disemai. Sebelum ditanam, bibit harus sudah tumbuh dari bijinya. Untuk menumbuhkan bibit, biji tomat harus direndam dalam air selama 16- 20 jam. Sebaiknya, saat mulai merendam, air yang digunakan bersuhu 50C (hangat). Hal ini bertujuan agar bibit penyakit dalam biji akan mati, akan tetapi jangan lebih dari suhu tersebut karena embrio akan mati. Setelah bibit tampak tumbuh, tanam benih pada polybag kecil dengan media sekam dan sedikit tanah, kemudian siram sampai medianya jenuh dengan air. Jaga kelembapan media selam proses penyemaian.
  3. Setelah bibit tumbuh daun (kira-kira 3 - 5 helai), maka bibit tomat sudah siap dipindahkan ke media hidroponik. Sebelum memindahkan tanaman, sebaiknya benih disiram sampai media jenuh air. Hal ini bertujuan agar benih masih memiliki akar saat dicabut dan tidak mengalami stress.
  4. Setelah ditanam, benih ditempatkan di tempat yang cukup mendapat sinar matahari atau di bangunan yang beratap plastik. Kemudian disiram dengan larutan campuran pupuk tersebut. Dosis yang disarankan adalah untuk 10 liter air, campurannya Urea, KCl, dan NPK  masing-masing 10 gram, Gandasil 5 gram, dan pupuk cair 2,5 cc. Bila kita memiliki banyak tanaman, maka kita dapat menggunakan metode irigasi tetes untuk menghemat waktu penyiraman.
  5. Lakukan penyiraman setiap hari denan volume penyiraman sebanyak 500 cc per hari. Lakukan pemangkasan dan buat penopang bila diperlukan.
  6. Agar tanaman lebih cepat tumbuh dan berbuah, berikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).
Sekian tips saya mengenai cara bertanam hidroponik. Selamat Mencoba!

Minggu, 08 Januari 2012

Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat

  1. Ambillah dosis EPA secukupnya
    EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.
  2. Seks secara teratur
    Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.
  3. Kerjakan sebuah teka teki
    Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.
  4. Pergi berjalan kaki
    Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.
  5. Mempelajari bahasa baru
    Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.
  6. Tertawa
    Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.
  7. Menjadi kreatif
    Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.
  8. Belajar melempar barang
    Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

Selasa, 03 Januari 2012

Kehidupan Pertanian di daerah Pedesaan Bali

"Om Swastyastu,


Menurut tinjauan saya, kondisi pertanian di Bali untuk saat ini sudah sedikit lebih maju dalam hal teknologi. Hal ini dipicu oleh semakin berkembangnya teknologi di bidang pertanian, seperti penggunaan traktor sebagai pembajak sawah. Namun pertanian di Bali juga mengalami masalah yang semakin memburuk. Berbagai masalah telah timbul di sektor pertanian dimulai dari sulitnya mencari air untuk irigasi sawah, alih fungsi lahan yang semakin marak, mahalnya harga input produksi, sulitnya mencari pasar, dan sebagainya. Namun hal ini kurang mendapat perhatian dari para pemerintah kita sebab untuk di Bali sendiri program utama yang menjadi program pembangunan adalah sektor Pariwisata dan Perdagangan, sedangkan pertanian mendapat urutan ketiga (BPS Provinsi Bali, 2010).

Sulitnya diperoleh air irigasi sebab dewasa ini air sungai lebih banyak dialokasikan ke rumah tangga, hotel, dan lainnya sehingga hal ini mengurangi jatah air untuk pengairan sawah. Saat ini, para petani semakin kesulitan dalam bertani sebab lahan yang tersedia sudah semakin berkurang. Para petani semakin banyak yang menjual tanahnya karena terdesak oleh kebutuhan yang harus dipenuhi. Hal inimakin menyebabkan petani terpuruk dan para pemuda tidak berminat kepada pertanian.

Berbagai cara sudah dikembangkan oleh pihak pemerintah untuk dapat membantu para petani di pedesaan agar lebih maju. Salah satu program yang diunggulkan oleh pemerintah Bali adalah program SIMANTRI, atau Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi. SIMANTRI ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2009 yang dilaksanakan oleh Gabungan Kelompok Tani atau GAPOKTAN yang tersebar di seluruh desa di Bali. Menurut saya sendiri, beberapa hal yang patut dilaksanakan untuk memberdayakan petani di daerah pedesaan di Bali yaitu:

  1. Mengadakan pendidikan dan pelatihan tentang pertanian, seperti perawatan dan pemeliharaan tanaman, manajemen pertanian, dan sebagainya.
  2. Menyiapkan kader-kader para penyuluh yang kompetitif dalam memberikan penyuluhan kepada petani.
  3. Membantu petani dengan memberikan Kredit Usaha Tani (KUT). Melalui KUT ini kita harapkan petani mampu memenuhi kebutuhan untuk berproduksi.
  4. Mendampingi petani dalam melaksanakan proses produksi sebab para petani sering mengalami masalah terhadap tanaman pertanian terutama dalam hal penanggulangan hama.
  5. Memfasilitasi para petani dalam berbagai hal yang berkaitan dengan masalah pertanian.
  6. Mengembangkan konsep pembelajaran berbasis masyarakat agar mereka yang terlibat aktif dalam menangani masalahnya sendiri.
  7. Menerapkan konsep pembangunan pertanian yang terpadu agar konsep tersebut dapat berjalan dengan baik.
  8. Mengembangkan sebuah Koperasi Tani yang khusus melayani kebutuhan petani secara menyeluruh.
Berbagai usaha tersebut selain dipengaruhi oleh faktor eksternal, juga dipengaruhi oleh faktor internal petani itu sendiri. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan pertanian pedesaan di Bali yaitu:
  1. Tingkat pedidikan dari para petani.
    Pendidikan sangat mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Semakin tinggi tingkat pendidikan para petani maka akan semakin mudah dalam pemberian materi penyuluhan dan konsep-konsep lainnya.
  2. Adanya teknologi pembantu dalam proses produksi.Teknologi dapat mempermudah seseorang dalam bekerja, seperti halnya proses produksi dalm pertanian. Pemakaian traktor akan lebih mudah dalam membajak dari pada menggunakan sapi/kerbau.
  3. Terjaminnya pasar penjualan hasil produksi
    Kendala yang sering dialami para petani dalam pasca panen adalah pemasaran. Para petani kesulitan dalam hal ini sehingga perlu dibantu dalam pencariannya. Komoditi pertanian harus segera dipasarkan sebab komoditi pertanian mudah rusak.
  4. Terjaminnya sarana dan prasarana produksi
    Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai maka proses produksi dapat berjalan dengan baik.
  5. Adanya suatu perencanaan yang matang mengenai keputusan produksi pertanian
    Dalam setiap kegiatan yang harus dilakukan, maka perencanaan merupakan bagian yang penting. Tanpa adanya perencanaan yang matang maka proses produksi mungkin tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Om Cantih, Cantih, Cantih Om"

Tanda-tanda Cowok suka Cewek

Saat seorang cowok ketemu seorang cewek, maka ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda-tanda bahwa cowok tersebut suka ma cewek itu. Tanda-tanda tersebut yaitu:
  1. Menaikkan Alis
    Seseorang akan secara refleks menaikkan alisnya saat bertemu seseorang yang menarik perhatiannya. Menaikkan alis bisa membuka mata lebih lebar dan membuat mata menangkap pantulan di depannya lebih jelas. Jika pria menaikkan alisnya saat menatap Anda, ini bisa berarti si dia tertarik sejak pertama kali bertemu dan ingin ‘memperjelas’ penglihatannya terhadap Anda.
  2. Bibirnya Sedikit Terbuka Saat Menatap Anda
    Jika pria melihat apa yang disukainya, biasanya bibirnya otomatis akan sedikit terbuka selama beberapa saat, tanpa dia sadar.
  3. Hidung Mengembang dan Wajah Tampak ‘Terbuka’
    Alis yang menaik, bibir terbuka, hidung mengembang dan mata terbuka lebar memberi ekspresi wajah yang bersahabat. Ini tandanya si dia siap mengenal Anda lebih dekat.
  4. Mencoba Mencuri Perhatian
    Ketika pria merasa tertarik dengan wanita, maka dia akan berusaha menarik perhatian wanita tersebut. Beberapa diantaranya mungkin mencoba melontarkan lelucon, tertawa sekeras-kerasnya, atau sikap-sikap berlebihan lainnya. Itu semua dilakukannya agar dia terlihat menonjol di depan sang wanita. Jika dia berada dalam grup, dia secara tak sadar akan memisahkan diri dengan duduk agar berjauhan dari teman-temannya. Dia berharap akan dilihat secara individual.
  5. . Mengencangkan Dasi atau Merapikan Kerah Baju
    Saat pria mengencangkan dasi, merapikan kerah atau bajunya, ini berarti dia ingin terlihat bagus di depan wanita yang disukainya.
  6. Merapikan Atau Mengacak-Acak Rambutnya
    Saat bertemu wanita yang disukainya, pria akan sering terlihat merapikan atau mengacak rambut, tergantung model rambut yang dia punya. Tujuannya adalah agar dia terlihat lebih menarik di depan Anda.
  7. Badan Tegap dan Mengarah ke Depan
    Saat berhadapan dengan wanita yang disukainya, pria akan duduk –atau berdiri– dengan dada tegap, menarik perutnya ke dalam untuk menunjukkan otot-ototnya. Cara ini dilakukan agar dia terlihat gagah dan jantan. Tubuhnya akan condong ke arah Anda, yang mengartikan dia memberi perhatian penuh dan ingin lebih dekat secara fisik.
  8. Memainkan Kancing atau Retsleting Jaket
    Dia sesekali membuka/menutup kancing baju, atau memainkan retsleting jaketnya. Kadang dia bisa membuka jaket dan menggantungkannya di lengan. Gerakan ini menandakan dia merasa sedikit gugup saat berhadapan dengan Anda.
  9. Sering Menyentuh Wajah Saat Menatap Anda
    Berkali-kali menyentuh pipi, telinga, turun ke dagu atau menggosok bibir dengan jari-jari tangannya bisa jadi tanda si dia tertarik dengan Anda. Tanda ini juga berlaku pada wanita. Saat tertarik dengan seseorang, kulit kita (terutama bibir dan mulut) jadi sangat sensitif dan ‘meminta’ mendapat stimulasi sentuhan tangan.

Senin, 02 Januari 2012

Saluran Pemasaran Agribisnis

Saluran Pemasaran adalah Saluran yang digunakan oleh Produsen untuk Menyalurkan Produk dari Produsen sampai ke Konsumen atau Industri Pemakai.
Menurut panjang pendeknya, Saluran Pemasaran dapat dibagai menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. Penyaluran Langsung
    Penyaluran Langsung merupakan saluran pemasaran yang paling pendek dimana produk diantar dari produsen langsung ke konsumen.
    Contohnya, sayuran atau buah-buahan yang baru dipetik dijual di pinggir jalan.
  2. Penyaluran Semi-Langsung
    Penyaluran Semi-Langsung ialah saluran pemasaran yang melewati satu perantara baru ke konsumen.
    Contohnya, Hasil panen cabe yang dijual oleh petani kepada pedagang pengumpul, kemudian pedagang pengumpul menjual langsung ke konsumen.
  3. Penyaluran Tidak Langsung
    Penyaluran Tidak Langsung yaitu saluran pemasaran yang menggunakan dua atau lebih perantara baru kemudian sampai ke konsumen.
    Contohnya, buah-buahan yang dijual ke pedagang pengumpul kemudian diolah menjadi minuman oleh pabrik baru kemudian dipasarkan oleh pengecer dan dibeli oleh konsumen.
Contoh Saluran Pemasaran bila digambarkan yaitu:

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih saluran pemasaran adalah:
  1. Sifat Barang

    Misalnya barang cepat rusak seperti: sayuran, susu, dan daging maka saluran yang dipilih adalah Langsung. Begitu juga surat kabar, harus cepat sampai di tangan konsumen.

  2. Sifat Penyebaran Barang

    Untuk barang harus tersedia di tempat di manapun dan mudah dicari seperti: rokok, korek api, obat-obatan produsen cenderung menggunakan saluran distribusi yang Panjang.

  3. Alternatif Biaya

    Adanya pertimbangan biaya dalam menetapkan saluran distribusi menyebabkan saluran distribusi yang panjang akan menimbulkan biaya besar sehingga harga jual menjadi lebih tinggi dan kelancaran penjualan barang terganggu.

  4. Modal
    Setiap usaha selalu memerlukan modal atau dana untuk beroperasi, begitu pula halnya untuk saluran pemasaran. Bila modal kita cukup besar, maka saluran distribusi juga akan semakin kompleks karena produsen akan membawa barangnya ke pelosok wilayah.

  5. Tingkat Keuntungan

    Tergantung dari mata rantai penyaluran barang, semakin panjang mata rantainya akan menyebabkan harga dikonsumen tinggi. Hal itu berarti kelancaran penjualan akan tersendat/ terganggu sehingga semakin keuntungan menjadi berkurang.